Skip ke Konten

Tiga Dosen FUAD Ikuti The ADIA International Conference 2026, Bahas Tantangan AI dan Masa Depan Ilmu Adab

24 Juli 2026 oleh
Tiga Dosen FUAD Ikuti The ADIA International Conference 2026, Bahas Tantangan AI dan Masa Depan Ilmu Adab
iain Parepare, [email protected]

Humas IAIN Parepare – Tiga dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare mengikuti The ADIA International Conference 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Ilmu Adab (ADIA). Kegiatan ilmiah berskala internasional tersebut berlangsung pada, Rabu-Sabtu (22–25/07/2026) di Ballroom Hotel Luxton Cirebon, Jawa Barat, dengan menghadirkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan mancanegara.


Delegasi IAIN Parepare terdiri atas Ahmad Yani, Hamsa, dan Saidin Hamzah. Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari komitmen IAIN Parepare dalam memperkuat jejaring akademik, meningkatkan kolaborasi riset, serta memperluas kontribusi keilmuan di bidang ilmu adab pada tingkat nasional dan internasional.


Konferensi ini diikuti oleh ratusan dosen ilmu adab dari 24 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, panitia menghadirkan narasumber internasional, di antaranya El Sayed Muhammad Salem Elawadi dari Malaysia yang membahas perkembangan ilmu adab dalam perspektif global serta tantangan dunia pendidikan di era transformasi digital.


Dalam sambutannya, Presiden ADIA Faisal menyampaikan apresiasi kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional tersebut. Menurutnya, ADIA bukan sekadar forum pertemuan tahunan, melainkan ruang silaturahmi akademik yang mampu melahirkan kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan keilmuan adab yang lebih progresif.


Faisal juga menyoroti perubahan besar yang tengah dihadapi dunia pendidikan akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Menurutnya, masyarakat kini telah memasuki era AI Society, ketika teknologi kecerdasan buatan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.


"Pertanyaannya bukan apakah AI akan menggantikan manusia, tetapi bagaimana akademisi mampu memanfaatkan AI secara bijak. Menolak AI hanya akan membuat kita semakin tertinggal," ujarnya.


Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar bagi dosen ilmu adab saat ini adalah menjaga agar makna adab tetap relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, adab tidak hanya dimaknai sebagai sopan santun, tetapi juga mencakup nilai etika, karakter, tanggung jawab intelektual, serta kemampuan menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia juga mengingatkan bahwa rendahnya budaya membaca menjadi tantangan yang harus dijawab melalui reinterpretasi ilmu adab sesuai kebutuhan masyarakat kontemporer.


Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Aan Jaelani, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, Cirebon sebagai kota yang berada di persimpangan budaya Jawa, Sunda, dan pesisir memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban sehingga menjadi tempat yang tepat untuk mendiskusikan perkembangan ilmu adab. Ia berharap konferensi tersebut melahirkan gagasan-gagasan baru yang memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pendidikan, kebudayaan, dan peradaban Islam.


Selain seminar dan presentasi makalah internasional, peserta juga mengikuti berbagai agenda pendukung, seperti kunjungan ilmiah ke Keraton Kasepuhan Cirebon, lomba presentasi makalah internasional, serta forum diskusi lintas negara yang membuka peluang kerja sama akademik dan penelitian. Rangkaian kegiatan berlangsung dinamis dengan semangat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menghadapi tantangan global.


Keikutsertaan delegasi Program Studi SPI FUAD IAIN Parepare pada The ADIA International Conference 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat eksistensi kampus di tingkat internasional. Melalui forum tersebut diharapkan lahir jejaring kerja sama yang lebih luas, peningkatan kualitas penelitian, serta inovasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan era AI Society tanpa meninggalkan nilai-nilai adab sebagai fondasi utama pembangunan peradaban.


Penulis: Saidin Hamzah

Editor: Mifda Hilmiyah

di dalam Berita SPI
Tiga Dosen FUAD Ikuti The ADIA International Conference 2026, Bahas Tantangan AI dan Masa Depan Ilmu Adab
iain Parepare, [email protected] 24 Juli 2026
Share post ini
Label
Arsip