Humas IAIN Parepare — Ketua Program Studi (Kaprodi) Sejarah Peradaban Islam (SPI) IAIN Parepare, Saidin Hamzah, mengikuti rapat persiapan pengukuhan Pengurus Asosiasi Program Studi Sejarah Islam (APSII) periode 2026–2028 secara daring melalui platform Zoom, Kamis (03/09/2026) . Rapat tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan agenda awal kepengurusan sekaligus menyusun arah program kerja organisasi untuk periode mendatang.
Rapat diikuti oleh jajaran pengurus APSII periode 2026–2028 dan membahas sejumlah agenda strategis menjelang pelaksanaan pengukuhan. Ketua APSII terpilih, Zakiya Darahat, memaparkan beberapa hal yang perlu segera ditindaklanjuti, di antaranya penentuan waktu pelaksanaan pengukuhan, penyusunan rancangan acara, serta persiapan undangan bagi berbagai pihak yang akan dilibatkan.
Dalam pemaparannya, Zakiya menekankan bahwa pengukuhan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum awal untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Karena itu, berbagai kebutuhan teknis maupun substantif perlu dipersiapkan secara matang agar kepengurusan baru dapat segera bekerja dan menjalankan mandat organisasi secara efektif.
Selain persiapan pengukuhan, rapat juga membahas sejumlah rencana program kerja APSII periode 2026–2028. Beberapa gagasan yang mengemuka antara lain penyusunan dan penerbitan buku, penguatan kegiatan akademik, serta pelaksanaan pelatihan yang berkaitan dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung kegiatan akademik, penelitian, publikasi, dan pengembangan kapasitas dosen maupun pengelola program studi.
Ketua APSII juga menyampaikan pentingnya membangun visi dan misi organisasi yang mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan serta tantangan pendidikan tinggi saat ini. Menurutnya, APSII perlu menjadi ruang kolaborasi bagi program studi sejarah Islam di berbagai perguruan tinggi untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring akademik, dan melahirkan program-program bersama yang memiliki dampak nyata.
Pembahasan turut mencakup mekanisme iuran tahunan pengurus APSII sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap keberlangsungan program organisasi. Iuran tersebut diharapkan dapat dikelola secara transparan dan diarahkan untuk menunjang berbagai kegiatan akademik, pengembangan organisasi, publikasi, serta agenda kolaboratif APSII.
Sementara itu, Saidin Hamzah, Kaprodi Sejarah Peradaban Islam IAIN Parepare, menyambut baik rencana kerja kepengurusan APSII periode 2026–2028. Ia menilai keberadaan APSII memiliki posisi strategis dalam memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarpengelola program studi Sejarah Islam di Indonesia. “APSII harus menjadi ruang bersama untuk membangun jejaring, bertukar pengalaman, dan merumuskan langkah-langkah strategis bagi pengembangan Program Studi Sejarah Peradaban Islam,” ujarnya.
Saidin Hamzah juga mendorong agar program kerja APSII tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal organisasi, tetapi mampu menghasilkan karya dan inovasi yang dapat dirasakan langsung oleh anggota, mahasiswa, dan masyarakat akademik. Menurutnya, rencana penerbitan buku, penguatan publikasi, serta pelatihan pemanfaatan AI merupakan langkah yang relevan dengan kebutuhan akademik saat ini. Ia berharap kepengurusan APSII periode 2026–2028 dapat membawa organisasi semakin solid, produktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memperkuat eksistensi kajian sejarah Islam di tengah dinamika pendidikan tinggi.
Rapat kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil pembahasan dan mematangkan seluruh persiapan menuju agenda pengukuhan pengurus baru APSII periode 2026–2028. Konsolidasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya berbagai program kolaboratif yang memperkuat posisi APSII sebagai wadah komunikasi, pengembangan akademik, dan sinergi antarprogram studi Sejarah Islam di Indonesia.
Penulis : Saidin Hamzah
Editor : Mifda Hilmiyah