Humas IAIN Parepare – Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare, Saidin Hamzah dan tim, menjadi presenter pada The ADIA International Conference 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Ilmu Adab (ADIA). Konferensi internasional tersebut berlangsung pada, Rabu-Sabtu (22–25/07/2026) di Ballroom Hotel Luxton Cirebon, Jawa Barat, dan menjadi ajang pertemuan akademisi ilmu adab dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun mancanegara.
Konferensi ini diikuti oleh dosen ilmu adab dari 24 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia. Selain menghadirkan peserta dari berbagai daerah, kegiatan ini juga mengundang narasumber internasional dari Malaysia untuk membahas perkembangan studi adab, humaniora, budaya, serta tantangan akademik di era transformasi digital.
Dalam forum ilmiah tersebut, Saidin Hamzah dan anggota tim lain Ahmad Yani, Musyarif, Ahmad Alimudin dan Abdul Azis mempresentasikan artikel berjudul Politik Kultural Ulama Bugis dalam Perspektif Ekoteologis Islam: Relevansi Pemikiran AGH Abdurrahman Ambo Dalle di Era Digital. Penelitian tersebut mengangkat peran ulama Bugis sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya membangun kehidupan keagamaan masyarakat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan melalui pendekatan budaya dan ajaran Islam.
Melalui paparannya, Saidin Hamzah menjelaskan bahwa pemikiran AGH Abdurrahman Ambo Dalle memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab berbagai persoalan kontemporer. Nilai-nilai keislaman yang diwariskan tokoh tersebut mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan alam sebagai amanah yang harus dipelihara bersama. Konsep tersebut dinilai sangat relevan untuk memperkuat kesadaran ekologis masyarakat di tengah berbagai tantangan kerusakan lingkungan dan disrupsi teknologi.
"Era digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi dunia pendidikan dan dakwah. Oleh karena itu, warisan intelektual para ulama Nusantara perlu dikaji kembali dan dikontekstualisasikan agar tetap mampu memberikan solusi terhadap persoalan sosial, budaya, dan lingkungan. Pendekatan ekoteologis menjadi salah satu tawaran yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan tanggung jawab terhadap kelestarian alam." ujarnya.
Presentasi tersebut mendapat perhatian dan tanggapan positif dari para peserta konferensi. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari akademisi lintas perguruan tinggi mengenai penguatan kajian sejarah Islam, budaya lokal, serta pengembangan perspektif ekoteologi dalam penelitian ilmu adab. Forum ini sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dan publikasi ilmiah antara IAIN Parepare dengan berbagai institusi di tingkat nasional maupun internasional.